Pengacara Pelapor Pertanyakan Kasus Wabup Pessel, Begini Kata Kejagung - TOP NEWS JOGJA

Breaking

logo

Pengacara Pelapor Pertanyakan Kasus Wabup Pessel, Begini Kata Kejagung

Pengacara Pelapor Pertanyakan Kasus Wabup Pessel, Begini Kata Kejagung
loading...

 


Jakarta -
Kuasa hukum pelapor Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Zakir Rasyidin, mempertanyakan tindak lanjut kasus dugaan perusakan Kawasan Wilayah Terpadu (KWT) Mandeh. Kejagung menyebut kasus tersebut saat ini tinggal menunggu penyerahan berkas dan tersangka dari penyidik. "Terhadap kasus ini dalam waktu dekat insyaallah akan diserahkan tahap duanya dari penyidik ke penuntut umum dan saya sudah konfirmasi, jadi tak ada lagi isu-isu dan ini normal jadi tunggu saja tahap duanya," kata Kapuspenkum Kejagung, Mukri, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019).
Dalam kasus ini, Rusma sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 2017. Namun, hingga saat ini, Rusma belum disidangkan.
Mukri mengatakan, secara prosedur, penanganan perkara diawali dengan dimulainya penyidikan oleh penyidik kepada penuntut umum. Kemudian menunggu berkas perkara dari penyidik ke penuntut umum.
Berkas perkara Rusma sudah dinyatakan lengkap atau P 21. Artinya, berkas siap dilimpahkan ke persidangan.
"Setelah penelitian sudah P21 dinyatakan lengkap. Terkait tahap duanya kemarin tinggal koordinasi saja kapan diserahkan tahap dua kemudian nanti bagaimana proses selanjutnya nanti akan ditentukan kemudian, jadi tak ada lagi isu kita menghambat," jelas Mukri.
Berkas perkara yang dinyatakan lengkap itu disampaikan setelah Jampidum Kejagung menerima berkas perkara dari penyidik KLH. Mukri menegaskan setelah dinyatakan lengkap kasus ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.
"Kalau sudah diserahkan, maka dengan sendiri dalam waktu segera jaksa menyusun surat dakwaan dan melimpahkan ke pengadilan," jelasnya.
Sebelumnya, kuasa hukum pelapor Rusma, Zakir Rasyidin, mendatangi kantor Jampidum Kejaksaan Agung. Kedatangannya untuk mempertanyakan kapan Rusma disidangkan.
"Sejak yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung, sampai hari ini tersangka belum juga disidangkan, tentu kondisi memantik reaksi dari pelapor," terangnya.
Molornya persidangan, dianggap Zikri menimbulkan kesan kasus ini tidak menjadi prioritas. Apalagi Rusma dinyatakan sebagai tersangka sejak 2017.
"Seolah-olah kasus ini seperti tidak menjadi prioritas, padahal tersangkanya adalah wakil bupati. Anehnya lagi, berkas tersangka sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Agung sejak bulan Oktober 2018 yang lalu. Jadi terhitung sudah 9 bulan perkara Ini menggantung tanpa kejelasan," katanya.
Zikri menyebut pelapor ingin ada kepastian hukum dalam kasus dugaan perusakan KWT Mandeh.
"Kami harap Bapak Jaksa Agung memberikan atensi atas kasus ini, tolong segera disidangkan agar semua jelas dan terang benderang," harap Zikri.

(fdn/fjp)

loading...
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact
loading...