Simbol-simbol di Pertemuan Jokowi-Prabowo - TOP NEWS JOGJA

Breaking

logo

Simbol-simbol di Pertemuan Jokowi-Prabowo

Simbol-simbol di Pertemuan Jokowi-Prabowo
loading...


Jakarta - Pertemuan Presiden Jokowi dan Ketum Prabowo Subianto diwarnai simbol-simbol penuh makna. Jokowi menyampaikan sejumlah pesan lewat simbol-simbol itu.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo dimulai di Stasiun MRT Lebak Bulus. Kedua tokoh kemudian naik MRT dan turun di FX Sudirman.

Di mal itu, Jokowi dan Prabowo lalu makan bersama di salah satu restoran. Ada background gambar wayang di ruang makan keduanya.

Simbol pertama adalah lokasi pertemuan di stasiun yang berlanjut ke gerbong MRT. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan ada pesan yang disampaikan Jokowi lewat ajakan pertemuan dengan Prabowo di MRT.

"Maknanya Presiden tetap konsen kegiatan pembangunan infrastruktur, lompat ke depan dengan satu angkutan massal yang canggih, dan ini menjadi satu message," kata Budi Karya kepada detikcom, Minggu (14/7/2019).


Budi Karya meyakini Prabowo menangkap pesan tersebut. Prabowo, tutur Budi, bertanya-tanya tentang MRT kepadanya di ruang tunggu selama menunggu kedatangan Jokowi.

"Beliau sempat tanya soal MRT. Saya jelaskan ini MRT ke depannya bisa 100 kilometer, 200 kilometer, mau meng-cover semuanya," ujarnya.

Simbol lain terdapat di ruang makan Jokowi dan Prabowo. Ada background ornamen bergambar wayang Punakawan di belakang meja Jokowi dan Prabowo di restoran tempat makan.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo mengatakan ornamen tersebut milik restoran, tapi memang susunan bangku makan siang Jokowi-Prabowo sengaja disusun berlatar gambar wayang tersebut.

"Tempat duduk dengan background Punokawan dan sebagainya memang itu menyimbolkan bahwa keberadaan beliau sebagai pemimpin rakyat. Dua-duanya sebagai pemimpin rakyat yang ingin dekat dengan rakyat dan peristiwa itu begitu ingin melibatkan masyarakat," kata Eko kepada detikcom, Minggu (14/7).

Wayang Punakawan merupakan kumpulan empat sekawan yang terdiri atas Gareng, Petruk, Semar, dan Bagong. Wayang Punakawan ini tak pernah lepas dari tradisi wayang Jawa. Keempat tokoh ini juga kerap diidentikkan sebagai gambaran masyarakat bawah. Ciri-ciri fisik mereka pun identik dengan stereotip masyarakat bawah. Semar bertubuh gempal dan pendek tapi penuh kebijaksanaan, Gareng memiliki tubuh pendek bermata jereng dan hidung bulat, Petruk bertubuh jangkung dan berhidung lancip, serta Bagong gemuk tapi lebih kecil dari Semar.

Selain itu, metafora pelakonan wayang Punakawan ini kerap dipinjam sebagai tokoh-tokoh dalam sastra Indonesia. Dalam buku Sastra Indonesia Modern Kritik Postkolonial yang disusun oleh Keith Foulcher dan Tony Day, disebutkan bahwa tokoh wayang Punakawan pernah dipinjam oleh Emha Ainun Nadjib saat menulis novel Arus Bawah. Tokoh-tokoh wayang Punakawan dijadikan sebagai lakon yang dengan keras mengkritik para elite politik yang haus akan kekuasaan.

Sumber : Detik.com

loading...
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact
loading...